Mengembangkan Diri
Posted on
August 7th, 2007. By H&D Training
Filed under:
News & Articles |
No Comments »
Pada dasarnya setiap dari kita secara tidak sengaja terus mengembangkan dirinya dari waktu kewaktu, misalnya ketika kita belajar naik sepeda, mobil, berenang dan masih sangat banyak contoh yang lain, hanya sayangnya pengalaman yang baik ini tidak dengan sengaja di aplikasikan ke dalam pekerjaan atau bisnis kita. Pengembangan diri bisa dibagi menjadi 2 bagian besar jika kita mengacu kepada pembagian IQ (Intelligent Quotion) dan EQ (Emotional Quotion), Pengembangan yang pertama yang saya maksud adalah mengembangkan diri secara akademis dan mengembangakan diri secara non akademis.
Penelitian yang di lakukan 3 institusi besar spt Harvard University, Standford University dan Carnegie Fondation pada tahun 40an memberikan suatu hasil yang sangat mengejutkan dimana dikatakan bahwa faktor penentu kesuksesan seseorang justru sangat ditentukan oleh hal-hal yang non akademis dan non tekhnis yaitu 85% kesuksesan seseorang dipengaruhi oleh sikap dan ketrampilan berinteraksi dengan orang lain (Human Relations) dan hanya 15% saja pengaruh dari pendidikan akademis dan ketrampilan yang berkaitan erat dengan bidangnnya.
Belum lagi pernyataan dari seorang Phd bernama Dr Daniel Goleman dalam bukunya yang berjudul Emotional Intelegent yang memperkuat penelitian yang dilakukan 40 tahun yang lalu. Hasil hipotesa Daniel Goleman menunjukan bahwa kesuksesan seseorang sangat dipengaruhi oleh kemampuan non akademisnya, yaitu kemampuannya mengelola emosinya (Emotional Intelegent atau Emotioanl Quotion). Robert T Kiyosaki di dalam buku best sellersnya Rich Dad Poor Dad mengatakan bahwa kesuksesan seseorang hanya sebatas keberaniannya, bukankah keberanian tidak diajarkan di Universitas ?
Jadi jelas sekali bahwa mengembangkan diri dengan pendekatan emosional sangatlah singnifikan di dalam meningkatkan keberhasilan seseorang. Sayangnya tidak terlalu banyak orang yang memanfaatkan hasil dari penelitian penelitian di atas. Masih terlalu banyak orang yang meremehkan kehebatan mengembangakan diri dari sisi non akademis.
Seseorang seperti Thomas Alva Edison sepertinya lebih banyak menggunakan intelektualnya dibandingkan dengan emosinya (EQnya), padahal 9999 kali bangkit dari kegagalannya adalah bentuk dari Sikap dan pengendalian Emosi yang sangat luar biasa bukan ?. Merujuk proses Thomas Alva Edison menemukan penemuan yang konon di nobatkan sebagai penemuan yang paling mempengaruhi peradaban manusia, tentunya kita lebih mudah memahami mengapa EQ sangat mempengaruhi keberhasilan dan sekaligus kegagalan setiap orang. Tulisan ini dibuat bukan untuk mengatakan bahwa pendidikan akademis tidak penting, melainkan kita harus waspada bahwa pendidikan akademis tidaklah cukup untuk menjadikan kita orang sukses.
Belakangan ini banyak sekali perusahaan di Indonesia yang berlomba-lomba mendirikan training centre, guna meningkatkan Sumber Daya Manusianya, semua ini dampak dari globalisasi yang sudah merambah negeri kita yang belum siap ini. Pada akhirnya kita harus mengakui bahwa asset yang terpenting dari sebuah perusahaan adalah Sumber Daya Manusianya. Untuk memahami betapa asset yang satu ini sangat sulit di tandingi dengan apapun adalah dengan cara melihat negara tetangga kita yang dinobatkan sebagai salah satu negara “termungil” di dunia. Negara yang lebih kecil dari Ibu kota kita ini, hari ini menjadi macan di Asia dan hampir selalu dipercaya untuk perwakilan perdagangan di zona Asean. Airportnya terpilih sebagai salah satu Airport terbaik di dunia. Negara yang tidak memiliki kekayaan Alam ini, memiliki asset terbaik di dunia, yaitu penduduknya yang berkualitas tinggi, sumber daya yang membuat negaranya mampu bersaing dengan negara manapun. Anda tentu tahu Negara yang saya maksud………….. Singapore. Sahabat saya mengatakan bahwa wajib militer yang diberlakukan di Singapore adalah salah satu kontribusi terbesar didalam pengembangan SDM di Negara tersebut.
Alangkah baiknya jika mulai sekarang kita mulai memperhatikan kualitas diri kita, karena dengan meningkatnya kualitas diri , prestasi dan produktivitaspun pun akan cenderung meningkat.
Ada beberapa cara untuk meningkatkan kualitas diri kita diantaranya adalah :
- Mengikuti workshop training
- Mengikuti seminar seminar
- Berorganisasi
- Mencoba sesuatu yang baru
- Buat diri kita kepepet (membuat dead line)
- Membaca buku positif (pengembangan diri/self help, autobiografi/biografi & kitab suci)
Ketika saya mengadakan Talkshow di salah satu Radio Bisnis, ada seseorang yang menanyakan apakah kaitannya workshop training dengan proses perjuangan orang-orang sukses didalam mengatasi kendala-kendalanya ?, bukankah mereka yang sukses hari ini adalah orang-orang yang mampu mengatasi rasa sakit, rasa takut, rasa ragu dan pribadi yang tidak pernah mau menyerah ?. Nah jawabnnya akan kami uraikan di artikel berikutnya.
(Harry Utomo, ditulis untuk Buletin Bumi Sangkuriang)
