Pengembangan Diri Dengan Sengaja dan Tidak Sengaja
Posted on
February 1st, 2009. By H&D Training
Filed under:
News & Articles |
2 Comments »
Pernahkah Anda melihat seorang direktur sebuah perusahaan yang memiliki personality yang pas-pasan ?, tentu kecil sekali kemungkinan ini terjadi, kalaupun ada, mereka tentunya akan memperbaiki dirinya sedemikian rupa, agar mampu menjalankan tanggung jawabnya sehubungan dengan jabatannya sebagai seorang direktur.
Atau pernahkah Anda mempunyai seorang teman semasa sekecil yang begitu Anda kagumi, karena keberaniaanya, kepintarannya atau pergaulannya yang luas, tapi hari ini ………. nampak sangat berbeda dengan dia yang dulu, setelah Anda perhatikan baik-baik, ternyata sebenarnya tidak ada yang berubah dari dirinya, dia masih seperti yang dulu. Tetapi kenapa Anda merasa seolah olah terjadi perubahan dengan dirinya ?.
Dua kasus tadi adalah bentuk dari pengembangan diri. Keduanya mengalami proses pertumbuhan, mengalami proses perubahan secara personality.
Apa yang menyebabkan hal ini terjadi, apakah karena orang tersebut sengaja dengan sadar membekali dirinya supaya menjadi lebih baik atau mereka berubah sehubungan dengan masalah, kejadian, dan pengalaman semasa menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan ?.
Untuk kasus yang pertama perubahan dilakukan dengan sengaja karena tuntutan dari jabatan, tetapi tidak dengan kasus kedua, Anda berubah secara personality melalui kehidupan yang Anda lalui. Jadi tanpa sengaja dan disadari, Anda berubah kearah yang lebih baik.
Jika kita memperhatikan tokoh-tokoh dunia atau orang-orang yang sangat sukses dibidangnnya, pada umumnya mereka berubah personality nya karena situasi yang memaksa mereka untuk berubah, karena keinginannya yang sangat kuat untuk mewujud suatu hal yang mengakibatkan tanpa disadari mereka memperlengkapi dirinya, mempertajam dirinya sedemikian rupa hingga impian mereka terwujud.
Menurut data dari majalah Forbes, 10 orang terkaya di Amerika pada tahun 2004, terdapat 4 orang yang tidak selesai S1, alias bukan seorang sarjana, 2 diantaranya Bill Gates ranking 1 dan Michael Dell ranking 9, dua taipan Computer. Di negri kita sendiri cukup banyak, bahkan mayoritas para konglomerat adalah orang orang yang berpendidikan tidak tinggi, karena tidak sedikti mereka itu bergelar “S1” alias SD saja, sebut saja Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaja, Sjamsul Nursalim, Alim Markus atau Rachman Halim dan Hartono, bahkan 2 nama terakhir termasuk daftar 400 orang terkaya di dunia versi Forbes.
Mereka adalah pribadi pribadi yang berkembang sedemikian rupa tanpa mereka sadari. Pendeknya kesuksesan identik dengan pengembangan diri, baik dengan sengaja maupun tidak sengaja.
Sekarang yang menjadi pertimbangan adalah, apakah Anda ingin berkembangan tanpa sengaja seperti mereka atau justru dengan sengaja dan dengan sadar, Anda mengembangankan diri Anda sedemikian rupa hingga kesuksesan demi kesuksesan dapat Anda petik setiap saat.
Bagaimana mengembangkan diri dengan sengaja dan penuh kesadaran ?,
Ada beberapa hal yang bisa saya sarankan, diantaranya adalah membaca buku, khususnya buku-buku pengembangan diri, disamping itu Anda bisa memperoleh pengembangan diri melalui seminar-seminar, meskipun kadar untuk mengembangakan diri sangat rendah, yang lebih signifikan adalah melalui training-training pengembangan diri, apalagi jika Anda mengikuti workshop training yang tidak hanya merubah paradigama Anda, tetapi terlebih dari itu, Jiwa dan Spirit Andapun akan di rubah kearah yang lebih baik lagi.
Ingat artikel yang lalu, dimana salah seorang pendengar menanyakan kepada saya, apakah kaitannya pengembangan diri orang2 yang sukses dengan workshop pengembangan diri ?
Jawabanya adalah workshop pengembangan diri membantu menghadirkan pelajaran berharga dari proses peraihan sukses seseorang, dengan pendekatan emosional yang efektif, sehingga para peserta training terbekali secara mental dan spiritual. Bukankah orang-orang bijaksana mengatakan bahwa belajar dari pengalaman orang sukses adalah suatu kecerdikan yang tidak ada duanya.
Itu sebabnya mengapa seminar Markplus adalah salah satu acara yang paling sukses di Indonesia, pa Hermawan benar-benar menghadirkan pembicara yang berkompetensi tinggi dibidangnya. Mereka memberikan tips dan wisdom berdasarkan pengalaman mereka masing-masing.
Tetapi satu kejanggalan yang acapkali terjadi dari dunia pengembangan diri adalah ketika begitu banyak peserta training dan khususnya peserta seminar, mengeluh dengan ketidakmampuannya mengaplikasikan apa yang sudah mereka dapat dari acara-acara tersebut.
Banyak juga yang mengatakan bahwa mereka hanya termotivasi atau terinspirasi sesaat saja, setelah itu mereka kembali ”ke alamnya masing- masing”, nah lho ….., siapa yang salah kalau begini, apakah pembicaranya ”kurang sakti ”?, nah itu semua itu akan kita bahas di artikel berikutnya.
(Harry Utomo, ditulis untuk Buletin Bumi Sangkuriang)

May 27th, 2009 at 11:37 pm
pengembangan diri sangalah penting untuk dilakukan oleh siapapun. dan arah pengembangan diri selalu di samakan dengan upaya mensukseskan diri. tetapi, tidak jarang pengembangan diri tidak tepat menghasilkan sukses yang ia inginkan. apa yang membedakan semua itu?
June 11th, 2011 at 7:35 pm
Pengembangan diri kembali lagi kepada diri kita..
Kitalah kuncinya..