Be My Self

Posted on August 8th, 2007. By H&D Training
Filed under: News & Articles | No Comments »

Kalimat di atas mungkin adalah kalimat yang paling sering saya ucapkan di dalam workshop training kami selama 7 tahun terakhir ini. Kalimat sederhana yang mengubah seekor bebek menjadi seekor angsa ini, sudah dibuktikan oleh ratusan peserta training kami, angkatan demi angkatan. Sayangnya kalimat ini tidak mudah dimiliki setiap dari kita, karena dibutuhkan proses dan bimbingan dari seorang yang benar-benar sudah menjadi diri dia apa adanya.

Kita sering mendengar bahwa, manusia adalah ciptaan Tuhan yang unik dan spesifik, tetapi keunikan tersebut tidak terjadi, karena kita tidak mengerti dan tidak bersedia menjadi diri kita sendiri. Kita cenderung lebih ingin menjadi orang lain, meskipun kita tidak sadari. Kenapa kita ingin menjadi orang lain? karena (kabar buruknya) kebanyakan dari kita tidak suka dengan diri kita sendiri, bahkan tidak sedikit yang benci dengan diri sendiri, kalimat ini sepertinya terlalu gegabah, tetapi kalau kita boleh jujur, hal ini memang benar bukan?

Kenapa hal ini terjadi? Banyak hal yang menyebabkan, di antaranya pola asuh orang tua, perkataan destruktif yang kita terima selama bertahun-tahun, entah dari teman, saudara kandung kita, keluarga, guru, dosen dan masih banyak kritkus-kritikus freelance yang bertemu kita sepanjang hidup kita. Ketidak pahaman kita akan cara bekerja pikiran membuat kita mengijinkan kalimat-kalimat destruktif tersebut mendesign citra diri kita menjadi sedemikian buruk.

Dampak dari citra diri yang buruk membuat kita menjadi tidak produktif (kata lain dari potensi yang tidak berkembang), tetapi begitu juga sebaliknya, jika memiliki citra diri yang baik, kita akan menjadi pribadi yang menonjol, pemimpin yang berpengaruh dan disegani.

Dari pengalaman selama 7 tahun terahir ini, saya menjadi sangat yakin, bahwa manusia akan menjadi sangat optimal jika mereka sudah menemukan siapa dirinya dan kemana mereka akan menuju. Banyak buku, kaset dan seminar-seminar mengajarkan bahwa untuk menjadi pribadi yang optimal, kita harus mempunyai impian di dalam hidup ini, karena impianlah yang membuka katup-katup potensi manusia, tetapi berdasarkan pengamatan saya di kelas selama sekian lama, dipastikan bahwa teori tersebut tidaklah sepenuhnya benar.

Karena justru menjadi diri sendiri adalah fondasi utama tempat dipancangkannya citra diri yang sehat yang kemudian membuahkan kepercayaan diri yang tidak ada habis-habisnya, akumulasi kepercayaan diri memproduksi keyakinan-keyakinan yang berguna didalam mengerakan kita menuju impian yang diharapakan.

Untuk menjadi diri sendiri sayangnya tidak semudah membalikan telapak tangan, karena butuh pengorbanan dan kepercayaan penuh kepada orang yang mengcoach mereka. Disamping keyakinan mereka sendiri bahwa mereka bisa berubah kearah tersebut.

Bukti dari bagaimana seseorang bisa menjadi begitu produktif akibat mereka sudah menjadi diri mereka sendiri adalah dengan melihat perjalanan karier para celebrities di negeri kita ini, seperti Titiek Puspa, Chrisye, Tika Panggabean, Indy Barens, Eko Patrio, Benyamin S almarhum, Indra Safera almarhum dan masih banyak lagi. Untuk artis-artis luar negri yang paling dapat mewakili teori be my self dari kaum hawa adalah Barbara Streisands dan Oprah Winfrey.

Dari kaum Adam mungkin kita semua setuju dengan penyanyi besar sepanjang masa yang melantunkan lagu berjudul My Way , Frank Sinatra. Jika kita amati, mereka menjadi individu yang menonjol dan meninggalkan teman-temannya seprofesinya, bayaran mereka lebih besar dan order mereka lebih banyak.

Pendeknya, sebelum menjadi diri kita sendiri, kita tidak akan pernah bisa mengoptimalkan potensi yang Tuhan sudah berikan. Kalau Anda merasa seorang yang sudah produktif, cobalah menjadi diri sendiri dan temukan apa misi hidup Anda, maka niscaya Anda akan menjadi pribadi yang sangat optimal .

(Harry Utomo, ditulis untuk Buletin Bumi Sangkuriang)

Leave a Reply